| Teras | Musik | Film | Buku | Ekonomi | Sastra | Coretan |

Senin, 05 Mei 2008

Harga BBM Akan Naik Sebesar 30%

Berdasarkan laporan yang disampaikan oleh Menteri Perekonomian Boediono pada hari Senin, 5 Mei 2008, Pemerintah akan memastikan untuk menaikkan harga BBM. Menurut Boediono, langkah ini merupakan sebuah solusi yang tepat guna menyelamatkan APBN tahun 2008-2009. Dimana subsidi untuk BBM dan listrik diperkirakan akan membengkak jika pemerintah tidak berupaya untuk meningkatkan harga BBM secepatnya. Tercatat dana untuk mensubsidai harga BBM mencapai angka Rp 200 triliun.

Untuk masalah penentuan waktu yang tepat pengumuman mengenai nominal kenaikkan harga BBM, Boediono menyatakan akan dilaksanakan jika seluruh rancangan makro telah siap. Menurut perkiraan, harga BBM akan mengalami peningkatan sebesar 30%. Disisi lain, peningkatan harga BBM ini disambut baik oleh kalangan pelaku pasar, diharapkan dengan adanya kebijakan ini kondisi makro ekonomi di Indonesia akan menjadi baik dan menyebabkan capital inflow.

Pemerintah juga berencana akan mengatasi efek samping dari naiknya harga BBM. Kebijakan yang akan dibuat ialah dengan cara melakukan kembali program Jaring Pengaman Sosial melalui cara Bantuan Langsung Tunai, supaya masyarakat tidak terlalu shock akan naiknya harga BBM.



(dikutip dari vibiznews.com)

Penjajahan Korporasi Asing Atas Migas Indonesia

Christopher Lingle di harian Jakarta Post (20/02/08), dalam artikel yang berjudul "Restoring Indonesia's economy to a higher growth path" mencatat bahwa pengangguran di Indonesia mencapai 40% dari total angkatan kerja. Selain itu, Bank Dunia menyebutkan sekitar 49, 5% Rakyat Indonesia berpendapatan di bawah 2US$/hari. Di sektor pendidikan, yang menjadi pilar utama pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM), justru menggambarkan situasi yang lebih miris. Menurut data Susenas 2004, dari penduduk usia sekolah 7–24 tahun yang berjumlah 76, 0 juta orang, yang tertampung pada jenjang SD sampai dengan PT tercatat baru mencapai 41, 5 juta orang atau sebesar 55 persen.


Sementara itu, menurut data Balitbang Depdiknas 2004, angka putus sekolah atau drop-out di tingkat SD/MI tercatat sebanyak 685.967 anak, yang berhasil lulus SD/MI tetapi tidak melanjutkan ke jenjang SMP/MTs dan putus sekolah di tingkat SMP/MTs sebanyak 759.054 orang. Situasi ini sangat kontras dengan nilai profit kandungan kekayaan alam yang dimiliki oleh tanah air kita, yang justru memberikan kemakmuran melimpah kepada korporasi-korporasi asing.


Dalam laporan pendapatannya untuk tahun 2007, pihak ExxonMobil memperoleh keuntungan sebesar $40.6 Billion atau setara dengan Rp3.723.020.000.000.000 (dengan kurs rupiah 9.170). Nilai penjualan ExxonMobil mencapai $404 billion, melebihi Gross Domestic Product (GDP) dari 120 negara di dunia. Setiap detiknya, ExxonMobil berpendapatan Rp 11.801.790, sedangkan perusahaan minyak AS lainnya, Chevron, melaporkan keuntungan yang diperolehnya selama tahun 2007 mencapai $18, 7 billion atau Rp171.479.000.000.000. Royal Ducth Shell menyebutkan nilai profit yang mereka dapatkan selama setahun mencapai $31 milyar atau setara dengan Rp 284.270.000.000.000.


Keuntungan yang diperoleh korporasi-korporasi Negara imperialis ini tidaklah setara dengan Produk Domestic Bruto (PDB) beberapa Negara dunia ketiga, tempat korporasi tersebut menghisap. Hingga akhir tahun 2007, Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia belum sanggup menembus Rp4.000 Trilyun, untuk triwulan ke III tahun 2007 saja hanya mencapai Rp 2.901. trilyun. Untuk Negara penghasil minyak lainnya, Libya hanya 50.320 juta US$, Angola (44, 033 juta US$), Qatar (42, 463US$), Bolivia (11.163 juta US$), dan lain-lain.


Konfigurasi ini memperlihatkan pengalihan keuntungan eksplorasi tambang, baik migas maupun non-migas, di Negara-negara penghasil justru dinikmati oleh grup-grup korporasi dan Negara induknya. Di Indonesia, menurut laporan Energy information Administration (EIA) dalam laporannya (jan/08) mengatakan bahwa total produksi minyak Indonesia rata-rata 1, 1 juta barel per-hari, dengan 81% (atau 894.000 barel) adalah minyak mentah (crude oil). Untuk produksi gas alam, Indonesia sanggup memproduksi 97.8 juta kubik. Indonesia masuk dalam daftar ke 9 penghasil gas alam di dunia, dan merupakan urutan pertama di kawasan Asia Pasifik.


Sayangnya, hampir 90% dari total produksi tersebut berasal dari 6 MNC, yakni; Total (diperkirakan market share-nya di tahun 2004, 30%), ExxonMobil (17%), Vico (BP-Eni joint venture, 11%), ConocoPhillips (11%), BP (6%), and Chevron (4%). Sedang, stok gas bumi mencapai 187 triliun kaki kubik atau akan habis dalam waktu 68 tahun dengan tingkat produksi per tahun sebesar 2, 77 triliun kaki kubik. Cadangan batu bara ada sekitar 18, 7 miliar ton lagi atau dengan tingkat produksi 170 juta ton per tahun berarti cukup buat memenuhi kebutuhan selama 110 tahun. (Sumber: Kementerian ESDM).


Bandingkan dengan kebutuhan untuk pendidikan!

Berdasarkan kajian Balai Penelitian dan Pengembangan Depdiknas, biaya ideal seorang siswa SD per tahun adalah Rp 1, 68 juta. Data Depdiknas menunjukkan, siswa setingkat SD se-Indonesia sekitar 25, 5 juta. Jadi untuk menggratiskan pendidikan di SD (minus infrastruktur) adalah 42.8 trilyun. Berdasarkan data Balitbang 2003 mengenai kondisi bangunan SD seluruh Indonesia, 32, 2 persen rusak ringan, rusak berat ada 25 persen. SLTP yang rusak ringan 19, 9 persen, rusak berat 7, 4 persen. Padahal, untuk memperbaiki sebuah gedung sekolah hanya membutuhkan dana paling banyak Rp100 juta, nilai ini sangat kecil jika dibandingkan dengan share profit di sector pertambangan yang menguap keluar.


Kenapa hal ini bisa terjadi?

Cadangan minyak Indonesia pada tahun 1974 sebesar 15.000 metrik barel dan terus mengalami penurunan. Pada tahun 2000 cadangan minyak Indonesia sekitar 5123 metrik barel (MB) dan tahun 2004 menjadi sekitar 4301 MB. Penyebab dari turunnya cadangan minyak Indonesia adalah; pertama Ladang-ladang pengeboran minyak di Indonesia (milik Pertamina) sudah sangat tua, sebagian besar masih peninggalan penjajah Belanda. Kebanyakan sumur-sumur yang ada sudah tua, teknologi yang digunakan pun sudah ketinggalan zaman.


dikutip dari http://www.era muslim.com/

Senin, 17 Maret 2008

INFORMASI AKUNTANSI PENUH

Definisi Informasi Akunansi Penuh

Informasi akuntansi penuh adalah seluruh aktiva, seluruh pendapatan yang diperoleh dan seluruh sumber yang dikorbankan suatu objek informasi. Unsur yang membentuk informasi akuntansi penuh adalah total aktiva, total pendapatan dan total biaya. Jika informasi akuntansi penuh berupa aktiva disebut dengan aktiva penuh (full assets). Informasi akuntansi penuh yang berupa sumber yang dikorbankan untuk suatu objek informasi disebut dengan biaya penuh (full costs). Objek informasi dapat berupa produk, keluarga produk, departemen, divisi, aktivitas atau perusahhan sebagai keseluruhan. Sedangkan informasi akuntansi penuh berupa pendapatan disebut dengan pendapatan penuh (full revenues)


Manfaat Informasi Akuntansi Penuh

Informasi akuntansi penuh bermanfaat bagi manajemen untuk:

  1. Pelaporan keuangan

Pelaporan keuangan terbagi menjadi dua yaitu pelaporan keuangan kepada phak luar dan pelaporan keuangan pada manajemen puncak. Pelaporan keuangan memerlukan informasi akuntansi penuh yang berupa informasi masa lalu. Informasi akuntansi penuh masa lalu yang bermanfaat adalah aktiva penuh, pendapatan penuh dan biaya penuh.

  1. Analisis kemampuan menghasilkan laba (profitability analysis)

Analisis kemampuan menghasilkan laba dapat diterapkan dalam berbagai objek informasi, diantaranya produk, keluarga produk (product line), aktivitas (activities), atau unit organisasi.

  1. Mengetahui biaya yang telah dikeluarkan untuk sesuatu

Untuk mengetahui berapa biaya sesuatu, informasi akuntansi penuh yang bermanfaat adalah biaya penuh masa lalu yang berkaitan dengan objek biaya. Biaya penuh yang telah dikeluarkan untuk sesuatu berperan bagi manajemen dalam:

    1. Evaluasi konsumsi sumber daya yang dikorbankan untuk sesuatu

    2. Penyediaan informasi untuk memungkinkan manajemen melongok struktur biaya perusahaan pesaing yang digunakan untuk menghasilkan produk berupa barang atau jasa

    3. Pengambilan keputusan membeli atau membuat sendiri

    4. Penentuan harga jual produk (barang atau jasa)

    5. Penyediaan kemudahan dalam penghilangan pemborosan dengan menyediakan informasi biaya untuk aktivitas bukan penambah nilai

    6. Penyediaan informasi untuk improvement terhadap tingkat kemampuan barang atau jasa dalam menghasilkan laba dengan memantau total biaya daur hidup barang atau jasa

    7. Penyediaan informasi untuk memungkinkan manajemen melakukan perencanaan, pengendalian dan pengambilan keputusan tentang biaya mutu (quality costs)

    8. Cost reimbursement

    9. Inventory costing

  1. Penentuan harga jual dalam cost type contact

Penentuan harga jual dalam cost type contact memerlukan informasi akuntansi penuh berupa biaya penuh masa lalu.

  1. Penentuan harga jual normal

Informasi akuntansi penuh masa yang akan datang yang bermanfaat dalam penentuan harga jual normal adalah aktiva penuh dan biaya penuh. Biaya penuh yang dipakai sebagai dasar penentuan harga jual normal dapat dihitung dengan salah satu dari tiga pendekatan, yaitu full costing, variable costing atau activity-based costing.

  1. Penentuan harga transfer

Ada dua macam pendekatan yang digunakan untuk menentukan harga transfer, yaitu penetuan harga transfer atas dasar biaya (cost-based transfer price) dan penetuan harga transfer atas dasar harga pasar (market-based transfer price).

  1. Penentuan harga jual yang diatur dengan peraturan pemerintah

Informasi akuntansi penuh masa yang akan datang yang bermanfaat dalam penentuan harga jual yang diatur dengan peraturan pemerintah adalah aktiva penuh dan biaya penuh. Biaya penuh yang dipakai sebagai dasar penentuan harga jual yang diatur dengan peraturan pemerintah dihitung dengan menggunakan pendekatan full costing.

  1. Penyusunan program

Dalam penyusunan program, manajemen memerlukan informasi akuntansi penuh masa yang akan datang berupa aktiva penuh, pendapatan penuh dan biaya penuh.


Rekayasa Informasi Akuntansi Penuh

Untuk memenuhi berbagai kebutuhan manajemen, perekayasaan informasi akuntansi penuh memerlukan identifikasi aktiva, pendapatan dan biaya langsung yang berkaitan dengan objek informasi tertentu dan pembebanan secara adil aktiva, pendapatan dan biaya tidak langsung ke berbagai objek informasi yang bersangkutan. Aktiva dan pendapatan umumnya mudah diidentifikasikan ke objek informasi tertentu sehingga hanya sedikit aktiva dan pendapatan tidak langsung yang harus dibebankan secara adil ke suatu objek informasi. Tidak demikian halnya dengan biaya. Banyak biaya yang merupakan biaya bergabung (common cost) yang dalam perekayasaan informasi akuntansi penuh harus dibagikan secara adil untuk berbagai objek informasi melalui metode pembebanan tertentu.

Dalam perekayasaan informasi biaya penuh perlu diadakan pembedaan antara alokasi biaya dengan pembebanan biaya. Alokasi biaya cost allocation) adalah pembagiam biaya tidak langsung ke berbagai objek informasi atas suatu dasar alokasi yang lebih bersifat sembarang. Pembebanan biaya (cost assignment) adalah pembagian biaya tidak langsung.



Sumber: Akuntansi Manajemen Edisi 3, Mulyadi, UGM

KARAKTERISTIK AKUNTANSI MANAJEMEN

Akuntansi Manajemen

Akuntansi Manajemen dapat dipandang dari dua sudut yaitu akuntansi manajemen sebagai salah satu tipe akuntansi dan akuntansi manajemen sebagai salah satu tipe informasi. Sebagai salah satu tipe akuntansi, akuntansi manajemen merupakan suatu system pengolahan informasi keuangan yang digunakan untuk menghasilkan informasi keuangan bagi kepentingan pemakai intern organisasi. Sebagai salah satu tipe informasi, akuntansi manajemen merupakan tipe informasi kuantitatif yang menggunakan uang sebagai suatu ukuran, yang digunakan untuk membantu manajemen dalam pelaksanaan pengelolaan perusahaan.


Akuntansi Manajemen sebagai Suatu Tipe Akuntansi

Akuntansi adalah proses pengolahan data keuangan untuk menghasilkan informasi keuangan yang digunakan untuk memungkinkan pengambilan keputusan melakukan pertimbangan berdasarkan informasi dalam pengambilan keputusan. Sebagai suatu sistem pengolahan informasi keuangan, akuntansi dapat dibagi menjadi dua tipe, yaitu akuntansi keuangan dan akuntansi manajemen. Kedua tipe akuntansi ini mempunyai karakteristik yang berlainan disebabkan oleh perbedaan pemakai informasi yang dihasilkan oleh kedua tipe akuntansi tersebut. Akuntansi keuangan merupakan tipe akuntansi yang mengolah informasi keuangan yang terutama untuk memenuhi keperluan manajemen puncak dan pihak luar organisasi sedangkan akuntansi manajemen merupakan tipe akuntansi yang mengolah informasi keuangan yang terutama untuk memenuhi keperluan manajemen dalam melaksanaan fungsi perencanaan dan pengendalian organisasi.


Pemakai Informasi Akuntansi

Perbedaan akuntansi keuangan dengan akuntansi manajemen sebagai suatu sistem pengolahan informasi keuangan terletak pada:

  1. Dasar pencatatan

  2. Fokus informasi

  3. Lingkup informasi

  4. Sifat laporan yang dihasilkan

  5. Keterlibatan dalam perilaku manusia

  6. Disiplin sumber yang melandasi


Hal yang Sama di antara Akuntansi Keuangan dan Akuntansi Manajemen

Meskipun terdapat berbagai perbedaan di antara akuntansi keuangan dengan akuntansi manajemen, ada dua hal yang sama dalam kedua tipe akuntansi tersebut. Pertama, prinsip akuntansi yang berterima umum dalam akuntansi keuangan kemungkinan besar juga merupakan prinsip pengukuran yang relevan dalam akuntansi manajemen. Kedua, akuntansi keuangan dan akuntansi manajemen menggunakan informasi operasi yang sama sebagai bahan baku untuk menghasilkan informasi yang disajikan kepada pemakainya.


Perkembangan Peran Akuntansi Manajemen sebagai Suatu Tipe Akuntansi

Peran akuntansi manajemen sebagai sistem pengolah informasi keuangan dalam perusahaan dibagi menjadi tiga tingkat perkembangan, yaitu:

  1. Pencatat skor (score keeping)

Akuntansi manajemen mencatat skor dan mengkomunikasikan skor kepada manajer yang bersangkutan untuk memungkinkan manajemen mengevaluasi pelaksanaan rencana yang telah disusun.

  1. Penarik perhatian manajemen (attention directing)

Sebagai penarik perhatian manajemen, akuntansi menyajikan informasi penyimpangan pelaksanaan rencana yang memerlukan perhatian manajemen agar manajemen dapat merumuskan tindakan untuk mencegah berlanjutnya penyimpangan yang terjadi. Tahap perkembangan ini hanya dapat dicapai jika akuntansi manajemen telah dapat menjadi pencatat skor yang baik.

  1. Penyedia informasi untuk pemecahan masalah (problem solving)

Jika manajemen telah mengandalkan informasi yang dihasilkan oleh akuntansi manajemen maka mereka akan selalu mengundangnya dalam setiap pengambilan keputusan pemecahan masalah yang akan mereka lakukan.


Akuntansi Manajemen sebagai Suatu Tipe Informasi

Akuntansi merupakan salah satu informasi kuantitatif dan akuntansi manajemen merupakan salah satu tipe informasi akuntansi di antara dua tipe informasi yang lain, informasi operasi dan informasi akuntansi keuangan. Umumnya informasi kuantitatif lebih berperan dalam mengurangi ketidakpastian bila dibandingkan dengan informasi nonkuantitatif sehingga umumnya dalam pengambilan keputusan bisnis, manajemen lebih bertumpu pada informasi kuantitatif dibandingkan dengan informasi nonkuantitatif. Accounting is a business languange. Sudah dikenal bahwa akuntansi merupakan suatu bahasa bisnis. Sebagai suatu bahasa, akuntansi merupakan alat untuk berpikir manajer dalam bisnis dan untuk mengkomunikasikan pikiran-pikiran bisnis manajer kepada bawahan dan atasannya, kepada manajer lain, dan kepada pihak luar. Berpikir bisnis berarti berpikir secara ekonomis rasional.

Informasi akuntansi sebagai bahasa bisnis dikelompokkan menjadi tiga golongan, yaitu:

  1. Informasi operasi

  2. Informasi akuntansi keuangan

  3. Informasi akuntansi manajemen

Informasi akuntansi manajemen dapat dihubungkan dengan tiga hal, yaitu objek informasi, alternatif yang akan dipilih dan wewenang manajer.


Manfaat Informasi Akuntansi Manajemen

Akuntansi manajemen sebagai suatu tipe informasi dikelompokkan menjadi tiga, yaitu informasi akuntansi penuh, informasi akuntansi diferensial dan informasi akuntansi pertanggungjawaban.

Informasi akuntansi penuh (full accounting information) dapat mencakup informasi masa lalu maupun informasi masa yang akan datang. Informasi akuntansi penuh yang berisi informasi masa yang lalu bermanfaat untuk pelaporan informasi keuangan kepada manajemen puncak dan pihak luar perusahaan, analisis kemampuan untuk menghasilkan laba, mengetahui biaya yang telah dikeluarkan untuk suatu kegiatan, fdan penentuan harga jual dalam cost-type contract. Informasi akuntansi penuh yang berisi informasi masa yang akan datang bermanfaat untuk penyusunan program, penentuan harga jual normal, penetuan harga transfer, dan penentuan harga jual yang diatur dengan peraturan pemerintah.

Informasi akuntansi diferensial (differential accounting information) merupakan taksiran perbedaan aktiva, pendapatan dan biaya dalam alternatif tindakan tertentu dibandingkan dengan alternatif tindakan yang lain. Informasi akuntansi diferensial mempunyai dua unsur pokok yaitu merupakan informasi masa yang akan datang dan berbeda di antara alternatif yang dihadapi oleh pengambil keputusan. Informasi ini diperlukan oleh manajemen untuk pengambilan keputusan mengenai pemilihan alternatif tindakan yang terbaik di antara alternatif yang tersedia.

Informasi akuntansi pertanggungjawaban (responsibility accounting information) merupakan informasi aktiva, pendapatan dan biaya yang dihubungkan dengan manajer yang bertanggungjawab atas pusat pertanggungjawaban tertentu. Informasi ini dapat dijadikan dasar untuk menganalisis kinerja manajer dan sekaligus untuk memotivasi para manajer dalam melaksanakan rencana mereka yang dituangkan dalam anggaran mereka masing-masing. Informasi akuntansi pertanggungjawaban menekankan hubungan antara informasi keuangan dengan manajer yang bertanggungjawab terhadap perencanaan dan pelaksanaannya sehingga informasi ini merupakan informasi yang sangat penting dalam proses pengendalian manajemen.


Trend yang Mempengaruhi Akuntansi Manajemen

Trend yang menyebabkan perubahan akuntansi manajemen diantaranya:

  1. Kemajuan teknologi informasi

  2. Implementasi Just-In Time (JIT) manufacturing

  3. Meningkatnya tuntutan mutu

  4. Meningkatnya diversifikasi, kompleksitas produk dan semakin pendeknya daur hidup produk

  5. Diperkenalkannya computer-integrated manufacturing


Dampak Perkembangan Teknologi Informasi terhadap Kebutuhan Manajemen akan Informasi Akuntansi

Perkembangan teknologi informasi mempunyai dampak terhadap teknologi pembuatan produk, sejak saat didesain dan dikembangkan, diproduksi sampai pada pendistribusian ke konsumen. Selain itu, perkembangan teknologi informasi mempunyai dampak terhadap sistem pengolahan informasi akuntansi untuk memenuhi kebutuhan manajemen. Dampaknya antara lain:

  1. Informasi biaya produk yang lebih cermat

  2. Informasi biaya overhead yang cermat

  3. Informasi biaya daur hidup produk


Respon Akuntansi Manajemen terhadap Kebutuhan Manajemen akan Informasi Akuntansi

Untuk memenuhi kebutuhan manajemen akan informasi di dalam perusahaan-perusahaan yang menggunakan teknologi informasi maju, akuntansi manajemen melakukan berbagai perubahan yang sifatnya mendasar, diantaranya:

  1. Akuntansi manajemen melepaskan dominasi akuntansi keuangan dengan memfokuskan perekayasaan informasi akuntansi untuk memenuhi kebutuhan manajemen

  2. Akuntansi manajemen memanfaatkan teknologi computer untuk merekayasa informasi biaya produk yang lebih cermat

  3. Akuntansi manajemen berusahan mencerminkan konsumsi sumber daya alam setiap aktivitas untuk menghasilkan produk dengan menerapkan activity-based cost system

  4. Akuntansi manajemen menciptakan target costing untuk memungkinkan manajemen menerapkan market-drivent strategy dalam memasuki pasar dunia

  5. Akuntansi manajemen menyajikan informasi product-life-cycle cost untuk memungkinkan manajemen melakukan strategic cost analysis



Sumber: Akuntansi Manajemen Edisi 3, Mulyadi, UGM


Rabu, 27 Februari 2008

BIAYA MODAL


A. DEFINISI

Modal adalah dana yang digunakan untuk membayai aktiva dan oerasi perusahaan. Modal terdiri dari hutang, saham biasa, saham preferen, dan laba ditahan. Perhitungan biaya penggunaan modal sangatlah penting, dengan alasan:

  1. Memaksimalkan nilai perusahaan mengharuskan biaya-biaya (termasuk biaya modal) diminimumkan.

  2. Keputusan penggagaran modal (capital budgetting) memerlukan suatu estimasi tentang biaya modal.

  3. Keputusam-keputusan lain seperti leasing, modal kerja juga memerlukan estimasi biaya modal.

Biaya modal merupakan konsep penting dalam analisis investasi karena dapat menunjukkan tingkat minimum laba investasi yang harus diproleh dari investasi tersebut. Jika investasi itu tidak dapat menghasilkan laba investasi sekurang-kurangnya sebesar biaya yang ditanggung maka investasi itu tidak perlu dilakukan. Lebih mudahnya, biaya modal merupakan rata-rata biaya dana yang akan dihimpun untuk melakukan suatu investasi. Dapat pula diartikan bahwa biaya modal suatu perusahaan adalah bagian (suku rate) yang harus dikeluarkan perusahaan untuk memberi kepuasan pada para investornya pada tingkat risiko tertentu.

Biaya modal yang tepat untuk semua keputusan adalah rata-rata tertimbang dari seluruh komponen modal (Weighted Cost of Capital atau WACC). Namun tidak semua komponen modal diperhitungkan dalam menentukan WACC. Hutang dagang (accounts payable) tidak dperhitungkan dalam perhitungan WACC. Hutang wesel (notes payable) ata hutang jangka pendek yang berbunga (Short-term Interest-bearing debt) dimasukkan dalam perhitungan WACC hanya jika hutang tersebut merupakan bagian dari pembelanjaan tetap perusahaan bukan merupakan pembelanjaan sementara.

Pada umumnya hutang jangka panjang dari modal sendiri merupakan unsur untuk menghitung WACC. Dengan demikian kita harus menghitung: 1) Biaya Hutang (cost of debt), 2) Biaya laba ditahan (cost of retained earning), 3) Biaya saham Biasa Baru (cost of new common stock), dan 4) Biaya Saham Preferen (cost of preferred stock). Biaya modal harus dihitung berdasarkan suatu basis setelah pajak (after tax basis) karena arus kas setelah pajak adalah yang paling relefan untuk keputusan investasi.


B. FAKTOR-FAKTOR YANG MENENTUKAN BIAYA MODAL

Variabel-variabel penting yang mempengaruhi biaya modal antara lain:

  1. Keadaan-keadaan umum perekonomian.

Faktor ini menentukan tingkat bebas risiko atau tingkat hasil tanpa risiko.

  1. Daya jual saham suatu perusahaan.

Jika daya jual saham meningkat, tingkat hasil minimum para investor akan turun dan biaya modal perusahaaan akan rendah.

  1. Keputusan-keputusan operasi dan pembiayaan yang dibuat manajemen.

Jika manajemen menyetujui penanaman modal berisiko tinggi atau memanfaatkan utang dan saham khusus secara ekstensif, tingkat risiko perusahaan bertambah. Para investor selanjutnya meminta tingkat hasil minimum yang lebih tinggi sehingga biaya modal perusahaan meningkat pula.

  1. Besarnya pembiayaan yang diperlukan.

Permintaan modal dalam jumlah besar akan meningkatkan biaya modal perusahaan.


C. ASUMSI-ASUMSI MODEL BIAYA MODAL

Asumsi-asumsi dalam model biaya modal diantaranya:

  1. Risiko bisnis bersifat konstan.

Risiko bisnis merupakan potensi tingkat perubahan return atas suatu investasi. Tingkat risiko bisnis dalam suatu perusahaan ditentukan dengan kebijakan manajemen investasi. Biaya modal merupakan suatu kriteria investasi yang hanya tepat untuk suatu investasi yang memiliki risiko bisnis setingkat dengan aktiva-aktiva yang telah ada.

  1. Risiko keuangan bersifat konstan.

Risiko keuangan didefinisikan sebagai peningkatan variasi return atas saham umum karena bertambahnya pemanfaatan sumber pemiayaan hutang dan saham istimewa. Biaya modal dari sumber individual merupakan fungsi dari struktur keuangan berjalan.

  1. Kebijakan dividen bersifat konstan.

Asumsi ini diperlukan dalam menaksir biaya modal yang berkenaan dengan kebijakan dividen perusahaan. Asumsi ini menyatakan bahwa rasio pembayaran dividen (dividen/laba bersih) juga konstan.


D. BIAYA HUTANG

Biaya hutang dapat didefinisikan sebagai bagian yang harus diterima dari suatau investasi agar tingkat hasil minimum para kreditor terpenuhi. Jika perusahaan menggunakan obligasi sebagai sarana untuk memperoleh dana dari hutang jangka panjang, maka biaya hutang adalah sama dengan Kd atau Yield To Maturity (YTM) yaitu tingkat keuntungan yang dinikmati oleh pemegang atau pembeli obligasi. Biaya hutang dapat dicari dengan cara:

n

Harga obligasi = I + M

t=1 (1+Kd)t (1+Kd)n

Biaya hutang ini merupakan biaya hutang sebelum pajak (pre-tax cost). Dalam menghitung WACC, yang relevan adalah biaya hutang setelah pajak (after-tax cost debt).

Biaya hutang sesudah pajak = Biaya hutang sebelum pajak x (1 - tingkat pajak)





E. BIAYA LABA DITAHAN

Biaya laba ditahan adalah sama dengan Ks atau Tingkat keuntungan yang disyaratkan investor pada saham biasa perusahaan yang bersangkutan. Ada 3 cara untuk menghitung Ks yaitu:

  1. Pendekatan CAPM (Capital Asset Pricing Model).

K

Ks = krf + (kM – krf) . bi

s = Bunga bebas resiko + premi resiko



dimana:

Ks = tingkat keuntungan yang disyaratkan pada saham perusahaan i,

krf = bunga bebas resiko,

kM = tingkat keuntungan yang disyaratkan pada portofolio pasar/index pasar,

bi = beta (ukuran risiko sistematis) saham perusahaan i

  1. Pendekatan Discounted Cash Flow (DCF) model.

Po = D1 + D2 +....+ D

(1+Ks)1 (1+Ks)2 (1+Ks)

Jika dividen bertumbuh secara konstan, kita gunakan Gordon Model:

Po = D1

Ks – g


maka Ks = D1 + g

Po

dimana:

D1 = dividen akhir periode

Po = harga saham pada wal periode

g = tingkat pertumbuhan dividen

3) Pendekatan Bond-Yield-Plus-Risk Premium

Ks = tingkat keuntungan obligasi perusahaan + premi risiko

Membeli saham biasa pada umumnya lebih berisiko daripada membeli obligasi yang memberikan penghasilan yang tetap dan relatif pasti. Oleh karena itu investor yang membeli saham biasa mengharapkan suatu premi risiko diatas tingkat keuntungan obligasi. Premi risiko ini besarnya tergantung pada kondisi perusahaan dan kondisi perekonomian.


F. BIAYA SAHAM BIASA BARU

Biaya saham biasa baru atau external equity capital (Ke) lebih tinggi dari biaya laba ditahan (Ks) karena penjualan saham baru memerlukan biaya peluncuran/emisi saham atau flotation cost. Flotation cost akan mengurangi penerimaan perusahaan dari penjualan saham.

Gordon model dengan memperhitungkan flotation cost:

Po (1 - F) = D1

Ke - g


maka: Ke = D1 + g

Po (1-F)


dimana

Ke = biaya saham biasa baru

Po = harga jual saham

F = flotation cost

D1= dividen saham pada t = 1

Flotation cost adjustment = DCF Ke-DCF Ks

g = dividend growth


Perlu diketahui bahwa untuk menaksir Ke hanya menggunakan 1 metoda yakni discounted cash flow sedangkan untuk menghitung Ks digunakn 3 metoda. Tapi Ke dapat dihitung pula dengan metoda CAPM dan Bond-Yield-plus-Risk premium dengan menggunakan rumus:

Ke = Ks + flotation cost adjustment


G. BIAYA SAHAM PREFEREN

Biaya saham preferen adalah tingkat keuntungan yang dinikmati pembeli saham preferen atau Kp.

Kp = Dp

Pn


dimana

Kp = biaya saham preferen

Dp = dividen saham preferen tahunan

Pn = harga saham preferen bersih yang diterima perusahaan penerbit (setelah dikurangi biaya peluncuran saham atau flotation cost)


H. WEIGHTED AVERAGE COST OF CAPITAL

S

WACC = Ka = wd.Kd (1-T) + wp.Kp + Ws (Ks atau Ke)

etelah membahas komponen mopdal secara individu baru menghitung biaya modal secara keseluruhan yaitu menghitung Weighted Average Cost of Capital (WACC) dengan rumus:

dimana

WACC = biaya modal rata-rata tertimbang

wd = persentase hutang dari modal

wp = persentase saham preferen dari modal

Ws = persentase saham biasa atau laba ditahan dari modal

Kd = biaya hutang

Kp = biaya saham preferen

Ks = biaya laba ditahan

Ke = biaya saham biasa baru

T = pajak (dalam persentase)

Wd, Wp, Ws didasarkan pada sasaran struktur modal (capital structure) perusahaan yang dihitung dengan nilai pasarnya (market value). Setiap perusahaan harus memiliki suatu struktur modal yang dapat meminimumkan biaya modal sehingga dapat memaksimumkan harga saham.


I. SKEDUL MARGINAL COST OF CAPITAL

Marginal Cost of Capital (MCC) adalah biaya memperoleh rupiah tambahan sebagai modal baru. Pada umumnya, biaya marjinal modal akan meningkat sejalan dengan meningkatnya penggunaan modal. Titik dimana MCC naik tersebut disebut Break Point.

Break point = jumlah laba ditahan

bagian modal sendiri dalam struktur modal


Skedul MCC dengan depresiasi

Selain saham biasa baru dan laba ditahan, perusahaan dapat pula memanfaatkan depresiasi. Depresiasi biasanya ditunjukkan untuk mengganti aktiva yang telah habis usianya. Tapi bagi perusahaan depresiasi ini merpakan arus kas yang dapat dipergunakan untuk investasi pada aktiva perusahaan (reinvesment). Dengan demikian, depresiasi dapat memperpanjang break point atau menunda kenaikan WACC. Biaya penggunaan dari depresiasi (cost of depreciation) adalah sebesar WACC sebelum perusahaaan menggunakan dana yang berasal dari emisi saham baru.

Langkah-langkah membuat kurva bobot biaya marjinal modal yaitu:

  1. Menentukan campuran pembiayaan

  2. Memperkirakan kapan bobot biaya modal akan meningkat

  3. Hitung biaya masing-masing sumber secara sendiri-sendiri

  4. Mencari bobot biaya marjinal modal

  5. Membandingkan hasil-hasil investasi dengan bobot biaya



Referensi:

Atmaja, Lukas Setia. 2002. Manajemen Keuangan (Edisi Revisi). Yogyakarta: Penerbit Andi Yogykarta.

Martin, J.D, Keown, A.J, Petty, J.W, and Scott, A.J. 1994. Dasar-dasar Manajemen Keuangan Jilid I (Edisi Kelima). Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Kussriyanto, Bambang dan Suwartojo, B. 1983. Teknik Manajemen Keuangan (Seri Manajemen No. 85). Jakarta: PT Pustaka Binaman Pressindo.